Bakul 0
jaringan ulama-01.png

Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII

RM 65.00

Buku yang berjudul asli “The Transmission of Islamic Reformism to Indoesia: Networks of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama’ in the Seventeenth and Eighteenth Centuries”, adalah merupakan disertasi saudara Azyumardi Azra yang diajukan kepada Departemen Sejarah, Columbia University, New York, pada akhir tahun 1992, guna memperoleh gelar Ph.D. Dalam penelitiannya ini, Dr. Azyumardi Azra telah menghabiskan waktu yang cukup lama, yakni lebih dari dua tahun. Guna mendapatkan data-data yang akurat, maka saudara peneliti telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah, seperti Banda Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Ujung Pandang, New York City, Kairo, Madinah, Makkah, Leiden dan Ithaca (New York State), sebagai derah-daerah yang dianggap memilki keterkaitan baik secara langsung maupun tidak, dengan tema penelitian yang sedang dilakukannya.


Dikemukakan lebih jauh, bahwa penelitian ini adalah merupakan langkah awal dalam menyelidiki sejarah sosial dan intelektual ulama dan pemikiran Islam di Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan perkembangan pemikiran Islam di pusat-pusat keilmuan Islam di Timur Tengah. Sehingga setelah diselesaikannya penelitian ini, peneliti masih memiliki obsesi yang sangat besar guna meneruskan penelitian lanjutan dalam tema ini, di masa-masa berikutnya.


Hasil penelitian ini, dapat dikatakan merupakan sebuah karya komprehensif tentang transmisi gagasan–gagasan keagamaan, khususnya gagasan pembaharuan dari pusat-pusat keilmuan Islam, ke bagian-bagian lain Dunia Muslim dipenjuru dunia. Karena tidak mungkin, pembaharuan yang terjadi di berbagai negara Muslim ini tanpa adanya mata rantai yang sambung dengan pusat pertumbuhan dan perkembangan Islam di Timur Tengah.

Sejauh ini, tidak terdapat kajian komprehensif tentang jaringan ulang Timur Tengah dan Nusantara. Meski terdapat kajian-kajian penting tentang beberapa tokoh ulama Melayu-Indonesia pada abad ke-17 dan ke-18, tetapi tak banyak upaya dilakukan untuk mengkaji secara kritis sumber-sumber pemikiran mereka, dan khususnya tentang bagaimana gagasan dan pemikiran Islam mereka transmisikan dari jaringan ulama yang ada dan bagaimana gagasan yang mereka transmisikan itu mempengaruhi perjalanan historis Islam di Nusantara. lebih jauh, ketika jaringan keilmuan itu sedikit disinggung, kajian-kajian yang ada lebih berpusat pada aspek " organisasional" jaringan ulama di Timur Tengah dengan mereka yang datang dari bagian-bagian lain Dunia Muslim.


Tidak ada kajian yang membahas "kandungan intelektual" yang terdapat dalam jaringan ulama tersebut. Padahal, kajian tentang aspek intelektual ini sangat penting untuk mengenahui bentuk gagasan dan ajaran yang ditransmisikan melalui jaringan ulama.


Tampaknya inilah buku pertama yang menggunakan sumber-sumber Arab secara ekstensif dalam pengkajian yang berkenaan dengan sejarah pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Buku ini adalah edisi revisi yang lebih singkat dari disertasi Ph.D yang diajukan ke Departemen Sejarah, Columbia University, New York, pada akhir 1992. Karena itu, pembaca yang ingin memanfaatkan edisi lengkap karya ini, dipersilahkan melihat disertasi aslinya. Disertasi ini sendiri merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun di berbagai tempat dan perpustakaan, sejak dari Banda Aceh, jakarta, Ujung Pandang, Yogyakarta, Kairo, Makkah, Madinah, Leiden, New York City sampai ke Ithaca (New York State).


Karya ini merupakan langkah awal dalam upaya menyelidiki sejarah sosial dan intelektual ulama dan pemikiran Islam di Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan perkembangan pemikiran Islam di pusat-pusat keilmuan Islam di Timur Tengah.